USS Abraham Lincoln Hengkang, Iran Sebut AS Gagal Unjuk Kekuatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln hengkang dari wilayah Timur Tengah setelah lebih dari 250 hari berlayar di laut, termasuk lebih dari 200 hari tanpa memungkinkan awaknya bertemu dengan keluarga atau melakukan persinggahan di pelabuhan. Kapal ini kini berarah ke Thailand untuk pemulihan dan istirahat para awaknya. Kondisi ini memicu kritik karena dilaporkan adanya penurunan kesehatan mental awak dan kelangkaan pasokan dasar seperti makanan dan produk kebersihan. Iran menilai keberangkatan ini sebagai kegagalan AS dalam upaya menunjukkan kekuatannya di kawasan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pengiriman USS Abraham Lincoln tidak berhasil menjalankan misinya dengan efektif. Upaya ini terjadi di tengah konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran sejak akhir Februari 2026. Untuk menggantikan Lincoln, AS telah mengirimkan USS George Washington ke Timur Tengah. Pengiriman ini dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump beberapa hari setelah laporan tentang kondisi buruk di atas kapal mulai beredar. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa kelompok tempur dari kapal induk George Washington telah mulai beroperasi di wilayah operasionalnya. Laksamana Brad Cooper, pimpinan CENTCOM, menyampaikan pesan dukungan untuk awak Lincoln yang akan segera pulang ke Amerika Serikat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 05.00
AS Tidak akan Mendapatkan Hasil dari Sanksi Ekonomi Terhadap Iran
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 15.58
Ini Gambaran Masa Depan Timur Tengah Versi Iran
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 10.26
AS akan Pulihkan Jumlah Staf Diplomatik di Kedutaan-kedutaan Besar di Timur Tengah
Berita terkait
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 07.28
Upaya Pemulihan Keamanan Timur Tengah, Kepala Militer Pakistan Kunjungi Teheran
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 00.26
Iran Sebut Sanksi Berulang AS Gagal
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.54
Iran Peringatkan Kapal yang Melanggar Aturan Lintas Selat Hormuz Berisiko Ditahan atau Disita
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 12.00