Video: Kebutuhan Susu Melonjak Imbas MBG, Tapi Sayang 75% Masih Impor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri pengolahan susu segar Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada Kuartal II-2026, yaitu 17,2% (qtq) dan 29,89% (yoy). Lonjakan ini didorong oleh tambahan permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri baru mencapai 25% dari total kebutuhan, sehingga 75% sisanya masih dipasok dari susu impor.
Produksi susu nasional pada 2025 stagnan di angka 820,8 ribu ton, sementara impor susu meningkat hingga 81%. Untuk mengurangi ketergantungan impor, diperlukan peningkatan produksi dan penambahan sapi perah. Pada 2025, Indonesia mengimpor 15.000 ekor sapi bunting, sehingga total sapi perah mencapai 500.000 ekor. Namun, kebutuhan sapi bunting untuk menambah populasi dan produksi susu masih jauh lebih besar, yaitu sekitar 1 hingga 2 juta ekor.
Analisis lebih lanjut mengenai kebutuhan dan perkembangan industri susu dalam negeri disajikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia bersama Commodity Expert CNBC Indonesia Research, Emanuella Egatirta, dan Shania Alatas.
Bagikan
Berita terkait
Video:Bikin Industri Susu Jadi Bintang Baru Ekonomi,RI Masih Banyak PR
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 16.00
BGN Evaluasi Dapur MBG di Karo, Bakal Tiru Test Chemical SPPG Polri
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.11
Kepala BGN Ancam Pecat Secara Tidak Hormat Kepala SPPG yang Lalai hingga Sebabkan Kejadian Fatal
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 12.56
Sudaryono Ancam Pecat Kepala SPPG Imbas Kejadian Keracunan di Sumut
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 08.30