Viodeo: Ekspansi Bisnis Vaksin, Farma Harap Bantuan Modal Danantara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan bahwa perusahaan fokus memperkuat ketahanan vaksin nasional sebelum melakukan ekspor untuk membantu negara lain. Upaya ini dilakukan meski masih menghadapi tantangan ketergantungan bahan baku impor. Untuk mengurangi impor, Bio Farma melalui anak usaha PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia telah mengembangkan 19 molekul aktif sebagai bahan baku farmasi dalam negeri. Bio Farma meningkatkan produktivitas dari dua sisi: produksi barang dan SDM, sambil fokus pada pemenuhan vaksin untuk pasar dalam dan luar negeri sesuai arahan WHO. Perusahaan juga menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mendapat dukungan penuh dari Danantara terkait pendanaan.
Pada 2026, Bio Farma menargetkan pencapaian RKAB dengan mengembangkan vaksin baru seperti vaksin HPV, tifoid, malaria, dan DBD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga diekspor. Selain itu, Bio Farma memastikan produk vaksin dasar seperti Polio, Tetanus, dan Difteri tetap tersedia dengan kemasan yang lebih efektif dan memenuhi standar internasional.
Dukungan dari Danantara sebagai induk BUMN, khususnya dalam pendanaan, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rencana ekspansi dan pengembangan vaksin Bio Farma.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.24
Industri Kesehatan Indonesia Diakui Dunia
Berita terkait
Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi dan Pengembangan Bisnis
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 12.21
Tekan Impor, Bio Farma Dorong TKDN Hingga 71%
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.51
Video:Bos Bio Farma Soal Impor Bahan Baku - Jurus Tekan Biaya Produksi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.06
Video: Bos Bio Farma dan Strategi Reformasi BUMN Farmasi Era Danantara
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.27