Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Viodeo: Ekspansi Bisnis Vaksin, Farma Harap Bantuan Modal Danantara

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan bahwa perusahaan fokus memperkuat ketahanan vaksin nasional sebelum melakukan ekspor untuk membantu negara lain. Upaya ini dilakukan meski masih menghadapi tantangan ketergantungan bahan baku impor. Untuk mengurangi impor, Bio Farma melalui anak usaha PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia telah mengembangkan 19 molekul aktif sebagai bahan baku farmasi dalam negeri. Bio Farma meningkatkan produktivitas dari dua sisi: produksi barang dan SDM, sambil fokus pada pemenuhan vaksin untuk pasar dalam dan luar negeri sesuai arahan WHO. Perusahaan juga menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mendapat dukungan penuh dari Danantara terkait pendanaan.

Pada 2026, Bio Farma menargetkan pencapaian RKAB dengan mengembangkan vaksin baru seperti vaksin HPV, tifoid, malaria, dan DBD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga diekspor. Selain itu, Bio Farma memastikan produk vaksin dasar seperti Polio, Tetanus, dan Difteri tetap tersedia dengan kemasan yang lebih efektif dan memenuhi standar internasional.

Dukungan dari Danantara sebagai induk BUMN, khususnya dalam pendanaan, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rencana ekspansi dan pengembangan vaksin Bio Farma.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait