Wabah Ebola Kini paling Mematikan di Kongo, Korban Jiwa Lampaui 2.300
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wabah Ebola galur Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo menjadi yang paling mematikan dalam sejarah negara tersebut, dengan korban jiwa melampaui 2.300 orang dari 4.945 kasus terkonfirmasi dalam tiga bulan. PBB mencatat pertumbuhan tercepat dengan rata-rata satu kematian setiap 30 menit. Situasi diperparah oleh minimnya infrastruktur kesehatan, konflik bersenjata di wilayah utara dan timur, serta belum adanya vaksin atau pengobatan spesifik.
Kendala utama penanganan meliputi rendahnya partisipasi masyarakat yang lebih memilih perawatan di rumah karena ketakutan terhadap pusat perawatan. Selain itu, respons medis terhambat oleh aksi mogok kerja staf kesehatan yang menuntut upah layak. Meskipun kritis, WHO berupaya menghentikan penyebaran dalam tiga bulan ke depan sementara beberapa vaksin masih dalam tahap pengujian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.02
Tewaskan 2.325 Orang, Ebola di Kongo Catat Kematian Tertinggi dalam Sejarah
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 05.30
Virus Mematikan Menggila! 2 Ribu Orang Tewas-100 Kasus dalam 24 Jam
Berita terkait
Raja Harald V dari Norwegia Dirawat di Rumah Sakit, Putera Mahkota Haakon Jadi Regent
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.41
Pakai Metode Biologis, 28 Dokter Mesir-Mahasiswa Indonesia Dilatih Penanganan Korban Perang Gaza
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 05.44
5 Khasiat Rutin Minum Air Jahe yang Luar Biasa
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 05.11
Momen Kemerdekaan RI, dr Gia Ingatkan Bahaya Hipertensi yang Mengintai Anak Muda
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 20.12