Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo Meningkat Secara Eksponensial
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo meningkat drastis dengan lebih dari 2.500 kematian, di mana separuhnya tercatat dalam 20 hari terakhir. Penyebaran virus mengalami pertumbuhan eksponensial dan menyebar ke wilayah yang lebih luas daripada biasanya, mencakup lebih dari 100.000 km° permukaan. Koordinator PBB, Julien Harneis, menyatakan epidemi ini lebih cepat dan luas dibanding wabah sebelumnya, dengan wilayah terdampak di utara dan timur yang memiliki infrastruktur kesehatan lemah dan banyak konflik bersenjata. Respons kesehatan dianggap belum mencukupi, memerlukan peningkatan staf dan sumber daya di daerah terpencil untuk memperlambat penularan dan mencegah ekspansi ke negara tetangga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 08.57
Presiden Tertua di Dunia Akhirnya Pulang setelah 73 Hari Berada di Luar Negeri
Berita terkait
Wabah Ebola Kini paling Mematikan di Kongo, Korban Jiwa Lampaui 2.300
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.18
Tewaskan 2.325 Orang, Ebola di Kongo Catat Kematian Tertinggi dalam Sejarah
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.02
Pelapor Khusus PBB Tegaskan Pendudukan Israel Harus Diakhiri
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 04.00
Gaza Menjadi Tempat Paling Mematikan Bagi Pekerja Kemanusiaan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 06.10