Wacana Pemisahan Pemilu, Pakar Ingatkan Revisi UU Berpotensi Didominasi Elite
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, memperingatkan bahwa revisi UU Pemilu di Indonesia cenderung didominasi oleh elite politik (elite imposition), yang sering kali membatasi kompetisi politik. Hal ini terlihat dari sejarah kenaikan parliamentary threshold dan pertahanan presidential threshold yang dinilai kurang logis namun tetap diterapkan melalui negosiasi antarelite tanpa partisipasi publik yang luas.
Diskusi juga menyoroti wacana pemisahan pemilu nasional dan lokal. Arya Fernandes dari CSIS menolak pemisahan ini karena berisiko memperpanjang siklus konflik politik dan melemahkan kelembagaan partai di daerah. Sebaliknya, Djayadi mendukung pemisahan jadwal agar partai politik lebih aktif menyerap aspirasi lokal secara konsisten, bukan hanya menjelang pemungutan suara.
Bagikan
Berita terkait
Soal Revisi UU Pemilu, Boni Hargens Apresiasi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 23.42
Ambang Batas Presiden Dihapus MK, Bagaimana Cara Usung Capres 2029?
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 12.28
Kader PSI: Idealnya PT Itu 0%, Kalau Tidak Suara Rakyat Hilang Ditelan Tuyul
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.50
Surya Paloh Kukuh Ingin Ambang Batas 7%: Ikhlas Jika NasDem Tak Lolos
Detik.com · 19 September 2026 pukul 22.59