Waka MPR Dorong Penataan Ulang Sistem Pendidikan di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa sistem pendidikan Indonesia perlu ditata ulang agar tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas berpikir kritis, berbudaya, dan berkarakter sesuai cita-cita Ki Hajar Dewantara. Ia menyoroti bahwa sistem pendidikan saat ini berada di persimpangan jalan dan membutuhkan transformasi agar lulusan mampu mengaplikasikan ilmu dalam menghadapi tantangan nyata.
Laporan LPEM FEB UI pada Juli 2026 mengungkapkan tren overeducation yang melibatkan sekitar 8,01 juta lulusan sarjana di Indonesia yang bekerja di posisi tidak sesuai kualifikasi pendidikan mereka. Fenomena ini menjadi indikator kuat adanya kesenjangan antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja, sekaligus mencerminkan pertumbuhan tenaga kerja terdidik yang lebih cepat dibandingkan penciptaan lapangan kerja yang menuntut keterampilan tinggi.
Lestari menekankan perlunya sinergi kolektif untuk menyelaraskan program pendidikan, kompetensi lulusan, dan kebutuhan pemberi kerja. Ia juga menegaskan pentingnya perencanaan matang antara perluasan akses pendidikan tinggi dengan penciptaan lapangan kerja profesional agar kontribusi lulusan dapat optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.
Bagikan
Berita terkait
Waka MPR Ingatkan Pentingnya Benahi Pendidikan dari Hulu-Hilir
Detik.com · 21 September 2026 pukul 19.32
1 Abad Ponpes Gontor, HNW Soroti Kiprah Alumni dalam Perjalanan Bangsa
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.41
Mbak Rerie Dorong Kampus Inklusif Segera Terwujud, Bukan Hanya Sekadar Regulasi
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 19.20
Waka MPR Dorong Pemanfaatan Arsip untuk Bahan Ajar Sejarah
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 18.23