Walhi: Kalsel Belum Merdeka dari Asap dan Krisis Iklim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah daerah Kalimantan Selatan membenahi tata kelola mitigasi bencana ekologis akibat meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kabut asap. Berdasarkan data citra satelit periode Mei hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 3.520 titik panas di Kalimantan Selatan dengan luas area terbakar mencapai 4.582 hektare.
Analisis WALHI menunjukkan sekitar 71 persen titik panas pada Mei hingga Juli 2026 berada di wilayah konsesi perusahaan, meliputi 875 titik di area pertambangan dan 32 titik di perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini dinilai memperkuat indikasi minimnya mitigasi oleh korporasi dan pemerintah. Kerusakan lingkungan seperti rekayasa tata air di kawasan rawa gambut turut memperparah bencana kekeringan dan kebakaran.
WALHI menekankan perlunya pelibatan serta dukungan penuh bagi kelompok relawan penanggulangan karhutla dalam perumusan kebijakan. Pemerintah daerah juga dituntut memperketat pengawasan, melakukan evaluasi berkala, serta menindak tegas perusahaan yang memicu degradasi bentang alam di wilayah Kalsel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 16.00
73 Hotspot Terdeteksi di Kalsel, 14 Titik Berada di Areal PBPH
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 16.00
Kemenhut Perkuat Deteksi Dini Karhutla, 73 Hotspot Terpantau di Kalsel
Berita terkait
Kemenhut Perkuat Sistem Deteksi Dini Karhutla di Kalimantan Selatan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.47
Kasus ISPA di Kalsel Tembus 7.000, Warga Diminta Waspada Kabut Asap
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.47
Darurat Karhutla, Kabut Asap Selimuti Kota Pontianak
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.47
Kabut Asap Tipis Menyelimuti Palembang, Begini Kondisi Penerbangan di Bandara SMB II
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.33