Walhi: Kalsel Belum Merdeka dari Asap dan Krisis Iklim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah daerah Kalimantan Selatan membenahi tata kelola mitigasi bencana ekologis akibat meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kabut asap. Berdasarkan data citra satelit periode Mei hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 3.520 titik panas di Kalimantan Selatan dengan luas area terbakar mencapai 4.582 hektare.
Analisis WALHI menunjukkan sekitar 71 persen titik panas pada Mei hingga Juli 2026 berada di wilayah konsesi perusahaan, meliputi 875 titik di area pertambangan dan 32 titik di perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini dinilai memperkuat indikasi minimnya mitigasi oleh korporasi dan pemerintah. Kerusakan lingkungan seperti rekayasa tata air di kawasan rawa gambut turut memperparah bencana kekeringan dan kebakaran.
WALHI menekankan perlunya pelibatan serta dukungan penuh bagi kelompok relawan penanggulangan karhutla dalam perumusan kebijakan. Pemerintah daerah juga dituntut memperketat pengawasan, melakukan evaluasi berkala, serta menindak tegas perusahaan yang memicu degradasi bentang alam di wilayah Kalsel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.19
Asap Karhutla Makin Parah, Jam Masuk Sekolah di Banjarbaru Mundur
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 06.31
Jerit Warga Banjarbaru Kalsel Dikepung Asap Karhutla
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.38
Kualitas Udara Palangka Raya Buruk Imbas Kabut Asap Karhutla, AQI Tembus 487
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Kabut Asap Pekat Selimuti Banjarbaru Kalsel, Jarak Pandang Cuma 10 Meter
Berita terkait
Gibran Minta Maaf Kalsel Belum Pulih dari Asap Karhutla
Detik.com · 10 September 2026 pukul 15.58
BMKG Deteksi 776 Titik Panas di Kalsel, Jarak Pandang Turun Drastis
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 20.40
Kasal Nilai Bencana Asap Kalsel Tak Separah yang Dikabarkan di Medsos
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 18.17
Sekolah di Kalsel Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Antisipasi Dampak Karhutla dan Kabut Asap
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.16