Wamen Investasi Bocorkan Timah Solder Malaysia Lebih Murah dari RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa harga timah solder dari Malaysia lebih murah dibandingkan produk serupa asal Indonesia. Kedua produk ini menggunakan bahan baku dari sumber yang sama, yaitu timah dari Bangka Belitung. Hal ini menjadi evaluasi serius bagi pemeritah karena menunjukkan kelemahan daya saing industri hilir timah nasional.
Penyebab utama ketimpangan harga adalah kurangnya efisiensi biaya produksi di tingkat industri domestik. Meskipun Indonesia memiliki seluruh perangkat pendukung, mulai dari tambang hingga pabrik kimia timah, keterpaduan sistem belum menghasilkan harga jual yang kompetitif. Pemeritah, melalui Kementerian Keuangan, sedang meninjau ulang strategi fiskal untuk meningkatkan kompetitivitas. Fokus saat ini adalah mitigasi penggunaan energi dan perbaikan rantai pasok agar hilirisasi memberikan manfaat ekonomi lebih besar.
Pemeritah menekankan pentingnya daya saing harga untuk mendukung ambisi industrialisasi nasional. Tanpa kompetitivitas, upaya hilirisasi dianggap tidak efektif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.14
Rosan Patok Target Investasi 2027 Tembus Rp2.322 Triliun
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
Investasi Hilirisasi Tembus Rp300,1 Triliun di Semester I-2026
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
Bantah Isu Monopoli, Rosan Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
Berita terkait
Prabowo Ingin Beli Perusahaan Terbaik Dunia dari Keuntungan BUMN
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.05
Bukan Ngarang! RI Serap 1,44 Juta Tenaga Kerja Baru di Semester I-2026
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.30
Strategi RI Gaet Investasi: Bangun Hilirisasi dengan Ekosistemnya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.50
Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 300,1 Triliun di Semester I-2026
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 15.38