Wamenkeu Sebut Dekarbonisasi Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wamenkeu Suahasil Nazara menyatakan dekarbonisasi bukan penghambat pertumbuhan ekonomi, melainkan peluang baru melalui efisiensi, investasi, dan peningkatan daya saing. Dalam pidatunya di Leaders Talk Pertamina International Shipping, ia menekankan bahwa transisi rendah karbon harus dilihat sebagai bagian dari perubahan lanskap ekonomi global. Pemerintah membangun ekosistem melalui kebijakan fiskal seperti harga karbon, insentif pajak teknologi rendah emisi, dan pembiayaan berkelanjutan via Green Sukuk, Blue Bonds, serta SDG Bonds. Namun, pasar karbon domestik masih perlu diperkuat dengan meningkatkan likuiditas, integritas, dan mekanisme pembentukan harga di Bursa Karbon Indonesia. Untuk industri pelayaran, kebijakan dekarbonisasi harus diterjemahkan menjadi strategi bisnis, termasuk investasi teknologi rendah emisi, efisiensi operasional, dan pembiayaan hijau. Suahasil menekankan pentingnya bergerak lebih awal untuk memanfaatkan peluang pasar dari transisi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
Berita terkait
Prabowo Target Ekonomi Tumbuh 7,5% di 2028 dan 8% di 2029, Ini Caranya
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.50
Bank Indonesia Menahan Bunga, tetapi Jangan Biarkan Ekonomi Tertahan
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 13.00
Tak Dimulai dari Nol, Kemenkeu Beberkan Arah Kebijakan RAPBN 2027
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 18.30
81 Tahun RI: Ekonomi Melejit, Kelas Menengah Kok Malah Terjepit?
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.48