Tak Dimulai dari Nol, Kemenkeu Beberkan Arah Kebijakan RAPBN 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan menyatakan Rencana Awalan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tidak akan disusun dari nol, melainkan didasarkan pada realisasi ekonomi dan pelaksanaan anggaran pada 2026. Direktur Jendral Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardianto, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen pada semester I 2026, yang merupakan angka tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional meskipun menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global.
Beberapa sektor ekonomi masyarakat juga menunjukkan perbaikan, seperti penjualan semen, mobil, motor, dan listrik. Ferry menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, sehingga pemerintah dapat memanfaatkan kondisi ini untuk merencanakan kebijakan fiskal yang lebih efektif.
APBN 2026 sebelumnya difokuskan untuk memperkuat fondasi dan ketahanan ekonomi. Sementara itu, RAPBN 2027 diarahkan untuk mempercepat hasil dari fondasi tersebut guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini akan tetap menjaga kesehatan keuangan negara agar berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.15
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.50
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9%-5,7%
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.48
81 Tahun RI: Ekonomi Melejit, Kelas Menengah Kok Malah Terjepit?
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.45
Purbaya Blak-blakan Soal Penarikan Pajak Baru di 2027
Berita terkait
DPR Bahas RAPBN 2027, PDIP Pertanyakan Siapa yang Akan Menikmati Pertumbuhan Ekonomi 6%
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 07.03
SBY: Target Pertumbuhan 6% Ambisius, Tapi Bukan Berarti Tidak Bisa
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.32
Purbaya Tetapkan Syarat Pengenaan Pajak Baru Tahun Depan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.48
Pemerintah nyatakan cadangan devisa aman senilai 145,3 miliar dolar AS
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.50