Harga Minyak Turun Setelah Iran Serang Kuwait
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
Harga minyak dunia berfluktuasi pada 3-4 September 2026 setelah Iran menyerang Kuwait, sekutu AS di Teluk. Harga Brent turun ke US$95,52/barel, sementara WTI naik ke US$91,30/barel. Konflik memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur strategis yang melintasi 20 juta barel minyak per hari sebelum perang. Pekan ini, lebih dari 17 juta barel melintasi selat tersebut, rekor tinggi di bawah perlindungan militer AS. Presiden Trump mengisyaratkan tidak memperkirakan eskalasi akan berujung pada perang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.18
Iran Lakukan Balasan Serang Pangkalan AS di Kuwait
Detik.com · 2 September 2026 pukul 23.02
Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump Usul Diubah Jadi 'Selat Trump'
Detik.com · 4 September 2026 pukul 05.30
Wapres AS Sebut Konflik dengan Iran Bukan Perang
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 20.57
Bukan Luluh, Iran Justru Pasang Ranjau Baru di Selat Hormuz Sebabkan 400 Kapal Tak Bisa Keluar
Berita terkait
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Trump Lancarkan Serangan Psikologis ke Iran
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.04
Trump rencanakan AS akan kembali serang Iran
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 08.12
Iran Balas AS, Luncurkan Rudal hingga Gempur Kapal di Selat Hormuz
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.01