Yenny Wahid: Rekonsiliasi Mutlak Dilakukan usai Muktamar ke-35 NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Yenny Wahid, putri Gus Dur dan tokoh perempuan NU, menyatakan bahwa rekonsiliasi mutlak harus dilakukan setelah Muktamar ke-35 NU untuk menyatukan kelompok yang sedang berselisihan. Dalam keterangan di Jombang, Jawa Timur, ia menekankan bahwa pihak yang terpilih harus mengutamakan persatuan di atas kepentingan faksi masing-masing. Menurutnya, Muktamar ke-35 tidak hanya sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum penting untuk mengakhiri ketegangan dan memperkuat soliditas organisasi NU secara keseluruhan.
Yenny menilai kepengurusan PBNU perlu segera melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi menyeluruh agar warga NU kembali bersatu di bawah prinsip dasar dan warisan para pendiri. Rekonsiliasi, kata dia, harus dilakukan tanpa memihak pada kelompok tertentu. Ia juga mengingatkan agar dinamika politik menjelang muktamar tidak menciptakan faksi baru yang memperpanjang konflik internal.
Untuk mengembalikan keutuhan NU, Yenny menganjurkan agar organisasi kembali ke khitah aslinya dan menggunakan Qanun Asasi sebagai landasan utama dalam menjalankan gerakan ke depan. Ia berharap kepemimpinan dan tata kelola yang dihasilkan mampu merangkul seluruh pihak agar warga NU dapat kembali berjalan bersama dengan persatuan yang kukuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.30
Yenny Wahid Tekankan Rekonsiliasi Mutlak usai Muktamar ke-35 NU
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.44
Warga NU Minta Presiden Prabowo Pastikan Istana tak Intervensi Muktamar ke-35
Berita terkait
Jejak Sowan Gus Salam Menjemput Restu Ulama Jelang Muktamar ke-35 NU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.18
Gus Salam Dapat Restu 3 Poros Pesantren Besar untuk Maju Jadi Ketum PBNU
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.00
Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Persatuan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.07
Kemeriahan Kirab Merah Putih Merajut Kebhinekaan
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.50