1.999 Dapur MBG Ditutup, Ahmad Arif: Bikin Sertifikat Mudah, Ijazah Saja Bisa di Pasar Pramuka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena pengelolanya belum mendaftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan. Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan penutupan ini bertujuan untuk investigasi dan verifikasi kelayakan operasional berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 7 September 2026.
Kebijakan ini dikritik oleh pegiat media sosial Ahmad Arif yang menilai sertifikat bukan jaminan keamanan pangan, mengingat kasus keracunan tetap terjadi pada dapur bersertifikat. Arif menyindir kemudahan pembuatan dokumen formal di Indonesia dan mengusulkan desentralisasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dikelola langsung oleh sekolah dan komunitas lokal guna mengurangi beban anggaran negara.
Bagikan
Berita terkait
Aturan Mau Diubah, Dapur MBG Tak Dapat Insentif Rata Rp 6 Juta/Hari
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.55
Insentif SPPG Tak Lagi Sama Rata Rp 6 Juta per Hari, Ini Alasannya
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 02.12
Usut Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Kejagung Periksa Tiga ASN Badan Gizi Nasional
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 21.01
PN Jaksel Gelar Sidang Praperadilan Eks Waka BGN 4 September
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 14.00