5 Kontroversi Purbaya Selama Setahun Jadi Menteri Keuangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan selama setahun, dari 8 September 2025 hingga 14 September 2026, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Masa jabatannya dihiasi lima kontroversi. Pertama, pernyataannya tentang Gerakan 17+8 yang dinilai meremehkan tuntutan rakyat, hingga ia meminta maaf. Kedua, ia menempatkan Rp200 triliun dana pemerintah di bank Himbara untuk meningkatkan likuiditas, namun kebijakan ini menuai kritik. Ketiga, gaya komunikasinya yang blak-blakan berbeda dengan pendekatan formal Sri Mulyani. Keempat, terlibat dalam pengalihan utang Kereta Cepat Whoosh sebesar US$4,5 miliar. Kelima, pernyataannya tentang setoran Rp120 triliun dari Danantara yang dibantah pihaganya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 17.06
Tak Lagi Jadi Menteri, Ini Sederet Kebijakan Purbaya Selama di Kementerian Keuangan
JawaPos · 14 September 2026 pukul 20.30
Purbaya Diganti, CELIOS Soroti Masalah Internal hingga Gaya Komunikasi Overconfidence
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 20.16
Suahasil Diminta Tak Ikuti Jejak Purbaya, Evaluasi Tata Kelola Fiskal
Berita terkait
Purbaya Mau Bentuk Tim Khusus di Kemenkeu, Ini Bocorannya!
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.25
Utang Whoosh Dicicil Rp 1 Triliun per Tahun, tetapi Masa Angsurannya Luar Biasa
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 09.28
Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Purbaya: Kita Sudah Mati, Santai Saja
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 19.17
Utang Whoosh Dilimpahkan ke Negara, Purbaya Yakin Bisa Nyicil 80 Tahun
JawaPos · 8 September 2026 pukul 19.00