Airlangga Beberkan Potensi Hilirisasi: Investasi Bisa Capai US$ 618,1 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366524/original/035133300_1791270016-publikasi_1791268143_6ac4952fc6f65.jpeg)
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada Semester I 2026, didorong oleh sektor industri pengolahan yang menyumbang 18,50% PDB. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hilirisasi menjadi kunci pengembangan ekonomi, dengan proyeksi investasi US$ 618,1 miliar, ekspor US$ 857,6 miliar, dan nilai tambah US$ 235,9 miliar untuk 28 komoditas. Hilirisasi tidak hanya pada sektor mineral dan batu bara, tetapi juga pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan. Sektor manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan PMI 52,4 pada September 2026. Pemerataan ekonomi terbukti melalui 75,7% investasi hilirisasi Semester I 2026 berada di luar Jawa. Pemerintah juga berfokus pada pengembangan agroindustri, manufaktur, digitalisasi, semikonduktor, AI, dan jasa, dengan target 15.000 talenta AI dan semikonduktor dalam tiga tahun ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 11.35
2/3 Mobil Listrik yang Beredar Ternyata Rakitan RI
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 14.35
Jadi Tulang Punggung, Hilirisasi Sumbang 30% Total Investasi di RI
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.43
Ada Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rosan Buka Suara
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 13.30
Ada Kemenko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Kementerian yang Dipimpin Rosan?
Berita terkait
Kemenkeu: Tantangan RI bukan volume investasi tapi produktivitas
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 15.34
Prabowo dan Jalan Kebangkitan Indonesia
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.03
Menperin: Industrialisasi Jadi Kunci Prabowo Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 12.00
Tantangan Ekonomi 2026: Transformasi Manufaktur dan Literasi Finansial Jadi Kunci Pertumbuhan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.15