Airlangga Buka Suara soal RI Dituduh Bantu China Hindari Tarif AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tudingan Amerika Serikat (AS) yang menuduh Indonesia melakukan transshipment untuk membantu China menghindari tarif impor AS. Tudingan ini muncul dari dokumen AS berjudul "The Great Transshipment Scam" yang menyatakan eksportir China memanfaatkan praktik pengemasan ulang dan pemalsuan asal negara melalui Indonesia dan puluhan negara lain. Airlangga menegaskan Indonesia tidak pernah melakukan transshipment karena fokusnya sebagai negara berbasis industri, bukan negara yang mengandalkan sektor pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa ada negara-negara lain yang memiliki spesialisasi sebagai pusat pelabuhan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif impor baru sebesar 10 persen terhadap produk dari sekitar 60 negara, termasuk Indonesia. Kebijatan ini mulai berlaku pada 25 Juli setelah berakhirnya tarif sementara yang berlangsung 150 hari. Berdasarkan dokumen Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), tarif 10 persen dikenakan kepada negara yang dinilai memiliki kebijakan untuk mencegah masuknya barang hasil kerja paksa. Kriteria ini mencakup negara yang telah menerapkan larangan impor terhadap barang hasil kerja paksa, berkomitmen menegakkan larangan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART), atau memiliki rezim parsial yang efektif mencegah impor barang hasil kerja paksa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 09.00
Airlangga Pasang Badan Soal Media AS Menuding Indonesia Lakukan Penipuan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 07.40
Indonesia Termasuk dari 40 Negara yang Dituding Bantu China Mengakali Tarif Trump
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 17.00
Indonesia Bantah Tuduhan Transshipment Scam dari AS, Airlangga: Hanya Berdasarkan Asumsi
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.45
Airlangga Tegaskan Polemik Transshipment Tak Ganggu Tarif Dagang RI-AS
Berita terkait
Airlangga Bantah Laporan soal RI Jadi Tempat Transshipment Barang China ke AS
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 16.58
Perjalanan Xiaomi Auto: dari Beijing, ke Eropa, Menuju Indonesia
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 13.00
China Setop Ekspor BBM, RI Bakal Kena Imbasnya? Ini Kata ESDM
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.45
Ramai Turis Malaysia-China Pelesiran ke RI, Wisman Australia Berkurang
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.40