Airlangga Tegaskan Polemik Transshipment Tak Ganggu Tarif Dagang RI-AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa tuduhan Amerika Serikai (AS) terkait praktik transshipment tidak akan memengaruhi perjanjian tarif dagang Indonesia-AS. Menurutnya, laporan tersebut tidak akan mengganggu implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah disepakati kedua negara. Airlangga menjelaskan bahwa kesepakatan ART telah resmi ditandatangani, dan proses penyempurnaan ketentuan masih berjalan di bawah mekanisme Section 301 AS.
Terkait tudingan transshipment, Airlangga menyatakan pemerintah masih memantau perkembangan laporan dari Gedung Putih. Ia menegaskan bahwa tuduhan Indonesia menjadi jalur transshipment tidak sesuai dengan fakta yang ada. "Belum ada langkah apa-apa, jadi kita monitor saja. Tapi apa yang disampaikan tidak sesuai dengan faktanya," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Gedung Putih merilis laporan bertajuk "The Great Transhipment Scam" yang menyebut Indonesia termasuk dalam jaringan shadow transshipment network bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam. Laporan ini menduga jaringan ini digunakan untuk mengalihkan barang dari China ke AS melalui jalur tidak resmi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 17.00
Indonesia Bantah Tuduhan Transshipment Scam dari AS, Airlangga: Hanya Berdasarkan Asumsi
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 16.58
Airlangga Bantah Laporan soal RI Jadi Tempat Transshipment Barang China ke AS
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 14.33
Airlangga Buka Suara soal RI Dituduh Bantu China Hindari Tarif AS
Berita terkait
Lolos dari Badai Perang Dagang, Airlangga Klaim Dagang RI-AS Melonjak 18%
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.00
Airlangga Ungkap Investasi Eropa Rp13,6 Triliun, Serap 245 Ribu Pekerja
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 19.30
Airlangga Targetkan Dokumen IEU CEPA Ditandatangani Oktober 2026
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.35
Airlangga Sebut Data Desil Bisa Petakan Kebutuhan BBM Tiap Segmen Masyarakat
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 18.26