Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga: ETF Emas Perkuat Pasar Keuangan Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) emas sebagai langkah strategis untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia. ETF emas ini diharapkan tidak hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas pasar emas nasional dengan menghubungkan berbagai pelaku seperti manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer, hingga Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, kehadiran ETF emas membuka peluang bagi industri asuransi untuk berinvestasi pada emas melalui pasar modal, yang sebelumnya tidak dapat berinvestasi langsung pada bullion.

Airlangga menyatakan bahwa potensi pengembangan ETF emas di Indonesia cukup besar, mengingat nilai ETF emas global mencapai sekitar US$4.047 miliar, dengan Amerika Serikat, China, dan India masing-masing menguasai sebagian besar pasar. Di sisi lain, jumlah emas yang dikelola Pegadaian mencapai sekitar 153 ton atau setara dengan US$20 miliar, memberikan ruang bagi Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara lain di kawasan.

Pemerintah juga tengah membahas perlakuan perpajakan terhadap transaksi Electronic Gold Receipt (EGR), termasuk PPN dan PPh Pasal 22, untuk meningkatkan transaksi sektor keuangan. Pengembangan ETF emas ini bertepatan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29% pada kuartal II 2026 dan investasi tumbuh 7,2% secara tahunan dengan nilai lebih dari Rp1.000 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait