Airlangga Soroti Pasir Silika-Baja RI Kena Tarif Impor di Banyak Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh negara maju terhadap ekspor komoditas Indonesia seperti pasir silika dan baja. Pasir silika, bahan baku penting untuk pembuatan panel surya, dikenakan tarif impor hingga 110 persen oleh Amerika Serikat. Sementara itu, ekspor baja Indonesia ke AS, Uni Eropa, dan Inggris juga dikenakan tarif sebesar 50 persen. Airlangga menilai langkah ini sebagai upaya negara-negara majh untuk melindaki industri dalam negerinya dari persaingan impor yang dianggap tidak adil.
Meski demikian, pemerintah optimis dengan potensi Indonesia sebagai pemain kunci dalam transisi energi global. Indeks ketahanan energi Indonesia mencapai 7,13, didukung oleh sumber daya mineral seperti nikel, timah, bauksit, tembaga, emas, dan batu bara. Pemerintah berupaya mengembangkan proyek energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri, termasuk rencana PLTS 100 GW dan hilirisasi mineral, untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Airlangga menekankan pentingnya menciptakan 'level playing field' agar Indonesia tetap kompetitif di pasar internasional. Jika tarif tinggi diterapkan secara merata kepada semua negara, maka produk Indonesia masih bisa bersaing. Namun, jika hanya Indonesia yang dikenakan tarif tinggi, maka hal itu akan sulit untuk bersaing. Indonesia juga dinilai sebagai alternatif pasokan mineral kritis global di Asia Tenggara, sebagai pengganti peran China.
Bagikan
Berita terkait
Airlangga Ungkap Dunia Mulai Takut dengan Ekspor RI
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 10.10
Airlangga Targetkan Ratifikasi Tarif Resiprokal RI-AS Rampung Tahun Ini
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 20.40
Airlangga Ungkap Proses ART RI-AS Masih Tunggu Penyelesaian Section 301
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 19.10
Airlangga Dorong Revisi RUPTL Buat Penuhi Kebutuhan Listrik RI
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 13.31