Tarif Listrik Tetap Stabil di Tengah Gejolak Hormuz, Airlangga Ungkap Andalan Energi RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia memastikan tarif listrik tidak naik di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik di Selat Hormuz. Menteri Airlangga Hartarto menjelaskan stabilitas tarif ini berkat ketahanan energi nasional yang didukung oleh batu bara, yang masih menyediakan hampir 50% pembangkit listrik negara. Dengan basis energi domestik yang kuat, harga listrik tidak langsung terdampak fluktuasi energi global.
Untuk memperkuat ketahanan energi jangka panjang, pemerintah targetkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW. Airlangga menekankan potensi desa sekitar 80.000 unit dengan lahan 1 hektar per desa yang dapat menghasilkan 1 MW energi, serta manfaatkan atap pabrik untuk pemasangan panel surya. Kebijakan subsidi energi juga diterapkan sebagai buffer ekonomi, dengan dua jenis energi yakni bensin dan biodiesel.
Stabilnya tarif listrik sudah diterapkan sejak Triwulan III 2026, dengan menetapkan tarif tidak naik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi. Keputusan ini diambil meski parameter ekonomi makro seperti kurs, inflasi, dan harga batu bara berpotensi mendorong kenaikan tarif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.39
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.25
Konsumsi Listrik di Bali Naik 8%, PLN Siapkan Tambahan Pasokan dari PLTS
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 23.25
Pertamina Sabet 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' di Koperasi Awards 2026
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.54
Gaet Jerman, RI Incar Proyek PLTS dan Rantai Pasok Semikonduktor
Berita terkait
Ambisi RI Miliki 100 GW PLTS dan Keluar dari Batu Bara, Realistis?
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.15
Kapasitas PLTS China Tembus 1.288 GW, Lampaui Batu Bara
kumparan · 8 September 2026 pukul 12.24
RI Kejar PLTS 100 GW, Investasinya Rp 1.120 Triliun
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.13
Kuliah Umum di Sesko AU, Wamendagri Bima Arya Soroti Ketahanan Energi
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.26