Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tarif Listrik Tetap Stabil di Tengah Gejolak Hormuz, Airlangga Ungkap Andalan Energi RI

Pemerintah Indonesia memastikan tarif listrik tidak naik di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik di Selat Hormuz. Menteri Airlangga Hartarto menjelaskan stabilitas tarif ini berkat ketahanan energi nasional yang didukung oleh batu bara, yang masih menyediakan hampir 50% pembangkit listrik negara. Dengan basis energi domestik yang kuat, harga listrik tidak langsung terdampak fluktuasi energi global.

Untuk memperkuat ketahanan energi jangka panjang, pemerintah targetkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW. Airlangga menekankan potensi desa sekitar 80.000 unit dengan lahan 1 hektar per desa yang dapat menghasilkan 1 MW energi, serta manfaatkan atap pabrik untuk pemasangan panel surya. Kebijakan subsidi energi juga diterapkan sebagai buffer ekonomi, dengan dua jenis energi yakni bensin dan biodiesel.

Stabilnya tarif listrik sudah diterapkan sejak Triwulan III 2026, dengan menetapkan tarif tidak naik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi. Keputusan ini diambil meski parameter ekonomi makro seperti kurs, inflasi, dan harga batu bara berpotensi mendorong kenaikan tarif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait