Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga Ungkap Transaksi Ritel Offline RI Masih 2 Kali Lipat Online

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa nilai transaksi perdagangan ritel offline di Indonesia masih mendominasi pasar dengan nilai sekitar US$125 miliar (Rp2.215,26 triliun), jauh melebihi transaksi online yang mencapai US$61,18 miliar (Rp1.083,68 triliun). Artinya, perdagangan ritel Indonesia masih didominasi oleh transaksi offline dengan proporsi dua per tiga, sementara online hanya satu per tiga. Airlangga menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam pengelolaan bisnis ritel, termasuk untuk pengaturan stok, perkiraan permintaan, dan pemilihan barang yang dijual.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyoroti kondisi stok barang yang masih tipis, terutama untuk produk yang bergantung pada pasokan dari luar negeri. Ia mengatakan bahwa persoalan distribusi dan ketersediaan stok perlu diatasi agar pasokan barang domestik lebih terjaga. Stok yang terbatas berisiko membuat konsumen memilih berbelanja ke luar negeri, yang justru tidak diinginkan pemerintah.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Konsumsi tetap menjadi penggerak utama perekonomian dengan pertumbuhan 5,06 persen pada kuartal II 2026 dan kontribusi sebesar 53,32 persen terhadap PDB. Indeks keyakinan konsumen tetap berada di atas 100, dan PMI manufaktur juga berada di atas 50, mengindikasikan kondisi ekonomi yang stabil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait