Warga RI atau Bule yang Doyan Belanja? Jawaban Pengusaha Tak Terduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Masyarakat Indonesia cenderung banyak berbelanja di luar negeri, justru mengabaikan potensi belanja di Indonesia sebagai daya tarik pariwisata. Menurut Haryanto Pratantara dari Hippindo, Indonesia memiliki objek wisata dan kuliner yang bagus, namun belanja masih menjadi kekurangan. Sementara itu, turis mancanegara jarang memilih Indonesia untuk berbelanja karena kelengkapan dan variasi barang yang masih terbatas. Harganya sudah bersaing karena kurs rupiah melemah, namun diperlukan peningkatan jumlah barang dan pembaruan produk. Sebaliknya, warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri justru sering berbelanja produk global yang sudah tersedia di Indonesia. Hippindo meminta pemerintah memperkuat ekosistem ritel dan memberikan kemudahan bagi merek luar negeri yang sudah berkontribusi di Indonesia agar bisa masuk pasar domestik melalui program BINA (Belanja di Indonesia Aja).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.15
Airlangga Ungkap Celah Baru Ekonomi dari Belanja Wisatawan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 16.41
Hippindo Wanti-wanti Ritel Lesu September–November, Pemerintah Perlu Siapkan Antisipasi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 08.34
Ekosistem MICE Yogyakarta Makin Kuat
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 15.45
Kebakaran Desa Adat Sade Picu Kerugian Ekonomi, Pemulihan Dinilai Tak Mudah
Berita terkait
Warga RI Jor-joran Belanja saat ke Luar Negeri, Angkanya Fantastis
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.30
Airlangga Dapat Laporan Pengusaha Ritel RI Stok Barang Tipis, Kenapa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.55
Penjualan September-November Diramal Lesu, Peritel Ancang-ancang Ini
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.25
Ekonomi UEA Terdampak Perang Iran, Benarkah di Ujung Krisis?
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.43