Alarm Berbunyi di Rusia, Bank-bank Mulai Krisis Uang Tunai!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank-bank di Rusia mulai menghadapi tekanan likuiditas rubel, sehingga kemampuan mereka membeli obligasi pemerintah untuk membiayai defisit anggaran makin terbatas. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap upaya Moskow menutup lonjakan belanja perang melalui pinjaman domestik. Wakil Presiden sekaligus CFO Sberbank, Taras Skvortsov, mengatakan sejak awal tahun telah terjadi penarikan dana tunai dari sistem perbankan sekitar 2 triliun rubel atau sekitar US$ 25,2 miliar. Menurutnya, bank saat ini hanya memiliki dana cukup untuk dipinjamkan kepada nasabah, sehingga tidak bisa membeli obligasi OFZ tanpa premi signifikan. OFZ adalah obligasi pemerintah dalam rubel yang diterbitkan Kementerian Keuangan Rusia.
Defisit anggaran federal Rusia mencapai 5,7 triliun rubel atau sekitar US$ 71,82 miliar pada semester I-2026, akibat pengeluaran pertahanan yang lebih tinggi dari rencana. Pengeluaran perang diperkirakan melampaui anggaran 4-5 triliun rubel (US$ 50,4-63 miliar). Kementerian Keuangan pun perlu menghimpun tambahan pinjaman 2-3 triliun rubel (US$ 25,2-37,8 miliar), padahal target pinjaman domestik awal 2026 hanya 4,4 triliun rubel (US$ 55,44 miliar). Pemerintah menangguhkan lelang obligasi pada Juli setelah harga OFZ turun dan imbal hasil naik, membuat bank-bank mencatat kerugian nilai pasar sekitar 200 miliar rubel (US$ 2,52 miliar).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 18.50
BPS Catat Kemiskinan Turun ke 22,93 Juta, Pengangguran Ikut Susut
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.49
Video: Bos Bank Jatim "Pamer" Keberhasilan Sinergi BPD Lewat KUB
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.00
Bank Rusia Kehabisan Uang Tunai, Anggaran Perang Terancam
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.00
Purbaya Siap Tambah Likuiditas Perbankan, Ini Syaratnya
Berita terkait
Dari Pertumbuhan 6% hingga Defisit 2,4%, ini Target yang Prabowo Bidik dalam RAPBN 2027
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 12.37
Anggaran Belanja Tembus Rp 4.000 Triliun, Purbaya Janji Jaga Defisit
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.04
CORE: Pemerintah komitmen pertahankan defisit RAPBN di bawah 3 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 18.49
Prabowo Beberkan Kinerja APBN hingga Juli 2026, Defisit 0,91 Persen PDB
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 15.44