Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank Rusia Kehabisan Uang Tunai, Anggaran Perang Terancam

Bank-bank Rusia kehabisan likuiditas rubel untuk membeli obligasi pemerintah (OFZ), yang biasa digunakan menambal defisit anggaran. Eksekutif senior Sberbank, Taras Skvortsov, mengungkapkan bahwa penarikan uang tunai dari sistem perbankan mencapai sekitar 2 triliun rubel (setara US$ 25,2 miliar) sejak awal tahun 2026, memicu kelangkaan likuiditas. Bank kini hanya memiliki dana cukup untuk pinjaman nasabah, bukan untuk obligasi.

Anggaran Rusia mencatat defisit 5,7 triliun rubel (US$ 71,82 miliar) pada paruh pertama 2026, dengan belanja pertahanan melampaui target. Pengeluaran perang diperkirakan melebihi alokasi tahun ini sebesar 4-5 triliun rubel (US$ 50,4-63 miliar), memaksa Kementerian Keuangan mencari pinjaman tambahan 2-3 triliun rubel. Lelang obligasi dihentikan pada Juli setelah harga merosot, menyebabkan bank rugi sekitar 200 miliar rubel. Bank Sentral Rusia telah menyuntikkan likuiditas 2,3 triliun rubel ke sistem perbankan, meningkatkan total utang perbankan kepada Bank Sentral menjadi 6 triliun rubel.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait