Amran Bongkar Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Dijual Rp42 Ribu per Kg
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan penyimpangan dalam penjualan beras fortifikasi yang dijual dengan harga tidak wajar, mencapai Rp42 ribu per kilogram (kg). Biaya fortifikasi sebenarnya hanya berkisar Rp700 hingga Rp1.000 per kg, sehingga harga jual idealnya sekitar Rp14 ribu per kg. Namun, rata-rata harga yang ditemukan adalah Rp22 ribu per kg, dengan beberapa produk dijual hingga Rp42 ribu per kg.
Sesuai standar nasional (SNI), beras fortifikasi harus mengandung vitamin dan mineral tertentu untuk mengatasi kekurangan gizi dan stunting yang prevalensinya sekitar 21% di Indonesia. Program ini ditujukan untuk kelompok masyarakat rentan, tetapi harga tinggi membuatnya sulit dijangkau. Amran menekankan bahwa hal ini bertentangan dengan tujuan program.
Kementerian Pertanian akan menindaklanjuti dengan mencabut izin edar produk yang tidak memenuhi ketentuan dan merujuk kasus pidana ke Satgas Pangan. Pengambilan sampel dari seluruh Indonesia telah dilakukan untuk memastikan keabsahan pemeriksaan laboratorium.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 14.50
Mentan Bongkar Penyebab Beras Premium Kerap Kosong, Periksa 15 Merek
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 15.21
Mentan Amran: 80 persen temuan beras fortifikasi tak sesuai standar
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 09.20
Mentan Ungkap Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai SNI, Konsumen Bisa Rugi Rp 71,9 Triliun
Berita terkait
Amran Temukan Beras Fortifikasi Abal-abal Harganya Tembus Rp 42.000/Kg
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.55
Kenapa Beras Fortifikasi Menjamur di Retail Modern?
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 19.32
Target Tiga Pekan, Mentan Siap Gebuk Mafia Beras Fortifikasi
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.30
Gebuk Mafia, Kepala Bapanas Pastikan Pengawasan Beras Fortifikasi Makin Tajam
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.12