Mentan Ungkap Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai SNI, Konsumen Bisa Rugi Rp 71,9 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2936401/original/010711100_1570765771-unnamed__18_.jpg)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan dugaan peredaran beras fortifikasi yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengawasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terhadap 15 merek di DKI Jakarta pada Juni 2026 menunjukkan hanya 3 merek yang sesuai SNI, sementara 12 lainnya tidak memenuhi syarat. Potensi kerugian konsumen diperkirakan mencapai Rp 71,9 triliun per tahun akibat peredaran produk ini.
Beras fortifikasi seharusnya diperkaya zat gizi mikro untuk membantu kelompok rentan stunting, namun ditemukan dijual dengan harga rata-rata Rp22.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp14.900. Biaya tambahan untuk fortifikasi hanya sekitar Rp700-1.000 per kg, sehingga harga tinggi tidak dapat dipertanggungjawabkan. Standar SNI mengatur kandungan vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng.
Pemerintah akan mengambil tindakan tegas, termasuk pencabutan izin edar dan proses pidana terhadap produsen yang melanggar. Temuan ini merupakan bagian dari upaya menertibkan tata niaga beras nasional, setelah sebelumnya ditemukan masalah pada beras premium yang berpotensi merugikan konsumen hingga Rp 97 triliun. Tujuannya adalah memastikan pangan bergizi dapat diakses masyarakat yang membutuhkan, dengan prevalensi stunting di Indonesia masih sekitar 21%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 09.25
Pemerintah Bakal Rugi Rp 71 Triliun Gegara Beras Fortifikasi
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 15.21
Mentan Amran: 80 persen temuan beras fortifikasi tak sesuai standar
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 12.29
Amran Bongkar Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Dijual Rp42 Ribu per Kg
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 17.10
Zulhas Minta Pengusaha Dapur MBG Tak Demo, Ini Keputusan Pemerintah
Berita terkait
Produsen Diminta Setop Sementara Beras Fortifikasi
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.22
BPKN Ungkap Temuan Beras Fortifikasi Tidak Standar Sejak 2025, Dorong Wajib SNI
JawaPos · 20 September 2026 pukul 21.15
Apa Itu Beras Fortifikasi yang Diduga Dipalsukan dan Seret 25 Merek
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 13.00
Mafia Beras Dibongkar Pekan Depan!
Detik.com · 14 September 2026 pukul 12.33