Mentan Amran: 80 persen temuan beras fortifikasi tak sesuai standar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen beras fortifikasi yang beredar di Indonesia tidak memenuhi standar mutu setelah dilakukan pengujian laboratorium. Temuan ini berdasarkan hasil pemeriksaan sampel dari berbagai daerah yang diuji oleh minimal tiga laboratorium dari keseluruhan hingga 10 lab yang dilibatkan pemerintah.
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok rentan stunting. Harga semestinya tidak jauh berbeda dengan beras medium, yaitu sekitar Rp8.000 per kg. Namun, kenyataannya beras tersebut dipasarkan dengan harga jauh lebih tinggi, rata-rata Rp22.665 per kg, bahkan ada yang mencapai Rp42.000 per kg meskipun kualitasnya tidak sesuai standar fortifikasi.
Amran menilai harga tersebut tidak masuk akal karena banyak produk yang dijual sebagai beras fortifikasi ternyata tidak memenuhi standar teknis berdasarkan hasil laboratorium. Pemerintah terus memperkuat dasar ilmiah pengawasan dengan melibatkan banyak laboratorium dalam proses pemeriksaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 16.02
Mentan Amran Bongkar Permainan Mafia Beras Fortifikasi, Dijual Rp 42 Ribu per Kg
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 15.30
Mentan Amran Bakal Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi Nakal
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 13.30
Mentan Temukan 13 dari 15 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Standar
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 09.20
Mentan Ungkap Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai SNI, Konsumen Bisa Rugi Rp 71,9 Triliun
Berita terkait
Mentan Ungkap Modus Penyimpangan Beras Fortifikasi
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 18.30
Terungkap! Ini Alasan Pemerintah Ungkap 25 Beras Fortifikasi Abal-Abal
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.30
Apa Itu Beras Fortifikasi yang Diduga Dipalsukan dan Seret 25 Merek
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 13.00
Cek! Mentan Amran Buka-bukaan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.35