Amran Ungkap Biang Kerok Harga Beras Naik 6 Bulan Beruntun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan praktik penjualan beras fortifikasi yang tidak sesuai ketentuan sebagai salah satu penyebab kenaikan harga beras selama enam bulan terakhir. Menurutnya, beras fortifikasi dijual dengan harga rata-rata Rp22.600 per kilogram, padahal seharusnya hanya berisi beras biasa yang berharga antara Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram. Amran menyoroti bahwa sekitar 80 persen produk beras fortifikasi di pasar tidak memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga menyebabkan keuntungan tidak adil sebesar Rp10.000 per kilogram bagi penjual.
Pemerintah akan mengambil langkah hukum terhadap praktik ini, termasuk mengirimkan surat kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk ditindaklanjuti. Amran juga menyatakan bahwa izin produk yang tidak sesuai ketentuan akan dicabut. Pemerintah masih mengkaji kemungkinan penetapan HET khusus untuk beras fortifikasi guna mencegah penyalahgunaan harga.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras telah meluas ke 155 kabupaten/kota hingga pekan kelima Juli 2026. Rata-rata harga beras medium naik 0,50 persen dan beras premium naik 0,52 persen. Pada pekan pertama Agustus, rata-rata harga beras seluruh kualitas mencapai Rp15.545 per kilogram, dengan variasi harga antara Rp12.500 hingga Rp50.000 per kilogram di berbagai daerah.
Bagikan
Berita terkait
Terungkap! Ini Alasan Pemerintah Ungkap 25 Beras Fortifikasi Abal-Abal
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.30
Mentan Amran Sebut Pelaku Beras Fortifikasi Palsu akan Menyusul 102 Tersangka Mafia Pangan
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.29
Kasus Beras Fortifikasi Masuk Ranah Hukum, 25 Merek Bakal Ditarik dari Peredaran
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 14.34
Mentan pastikan pelaku pemalsuan beras fortifikasi diproses hukum
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 12.30