Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Amran Ungkap Biang Kerok Harga Beras Naik 6 Bulan Beruntun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan praktik penjualan beras fortifikasi yang tidak sesuai ketentuan sebagai salah satu penyebab kenaikan harga beras selama enam bulan terakhir. Menurutnya, beras fortifikasi dijual dengan harga rata-rata Rp22.600 per kilogram, padahal seharusnya hanya berisi beras biasa yang berharga antara Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram. Amran menyoroti bahwa sekitar 80 persen produk beras fortifikasi di pasar tidak memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga menyebabkan keuntungan tidak adil sebesar Rp10.000 per kilogram bagi penjual.

Pemerintah akan mengambil langkah hukum terhadap praktik ini, termasuk mengirimkan surat kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk ditindaklanjuti. Amran juga menyatakan bahwa izin produk yang tidak sesuai ketentuan akan dicabut. Pemerintah masih mengkaji kemungkinan penetapan HET khusus untuk beras fortifikasi guna mencegah penyalahgunaan harga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras telah meluas ke 155 kabupaten/kota hingga pekan kelima Juli 2026. Rata-rata harga beras medium naik 0,50 persen dan beras premium naik 0,52 persen. Pada pekan pertama Agustus, rata-rata harga beras seluruh kualitas mencapai Rp15.545 per kilogram, dengan variasi harga antara Rp12.500 hingga Rp50.000 per kilogram di berbagai daerah.

Berita terkait