Mentan Amran Sebut Pelaku Beras Fortifikasi Palsu akan Menyusul 102 Tersangka Mafia Pangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan beras fortifikasi palsu yang merugikan konsumen hingga Rp89 triliun. Dari 27 merek yang diperiksa melalui empat laboratorium, 25 merek terbukti tidak memenuhi standar gizi sesuai label kemasan. Produk ini dijual dengan harga Rp25.000 hingga Rp57.000 per kilogram, jauh melampaui harga acuan pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram.
Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan Bareskrim dan Satgas Pangan Polri untuk memproses hukum para pelaku. Langkah tegas ini menyusul penetapan 102 tersangka mafia pangan dalam kasus beras premium oplosan sebelumnya. Sebagai tindakan lanjut, izin edar 25 merek bermasalah tersebut akan dicabut dan produknya ditarik dari pasar guna melindungi masyarakat rentan dan mencegah eksploitasi program pangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 12.30
Mentan pastikan pelaku pemalsuan beras fortifikasi diproses hukum
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 14.34
Kasus Beras Fortifikasi Masuk Ranah Hukum, 25 Merek Bakal Ditarik dari Peredaran
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 13.00
Apa Itu Beras Fortifikasi yang Diduga Dipalsukan dan Seret 25 Merek
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 11.22
Dugaan Beras Fortifikasi, Polri Diminta Turun Tangan
Berita terkait
Penyimpangan Beras Fortifikasi Diperkirakan Rugikan Masyarakat Rp 71 T
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 15.30
Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Produsen Beras Fortifikasi Palsu Temuan Kementan
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 10.47
Cek! Mentan Amran Buka-bukaan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.35
Cek! Mentan Amran Buka-bukaan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.35