KSP Dudung Buka Suara soal Insiden Ricuh di Aceh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Dudung Abdurachman menyatakan kericuhan di Aceh pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 hanya disebabkan oleh segelintir oknum. Insiden terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, ketika massa mengibarkan bendera bulan bintang meski telah dikabulkan aparat. Dudung menegaskan situasi kini kondusif dan bendera merah putih telah kembali berkibar. Polda Aceh konfirmasi pasca insiden, personel gabungan masih disiagakan dengan peningkatan patroli. Sementara itu, pemerintah membahas revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh yang berakhir 2027, dengan harapan selesai tahun ini. Pemerintah Aceh dan DPR Aceh juga sepakat berkonsultasi dengan Kemenkeu tentang kepastian hukum penggunaan bendera bulan bintang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.03
Ricuh Bendera Bulan Bintang, Pemerintah Diminta Kedepankan Dialog Ketimbang Keamanan
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 06.25
Anak Buah Prabowo Tegaskan Rakyat Aceh Itu NKRI, yang Ricuh Hanya...
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 02.02
Kericuhan Seusai Pengibaran Bendera Bulan Bintang saat Hari Damai Aceh DIusut Polisi
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.04
Hari Damai Aceh Ricuh, Kapolri Pastikan Situasi Terkendali
Berita terkait
Aceh Minta Kepastian: Bendera Bulan Bintang Sebenarnya Boleh Dinaikkan Atau Tidak?
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 17.30
Dudung soal Ricuh di Aceh: Hanya Oknum, Rakyat Aceh itu NKRI
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.27
KSAD Sebut Tak Ada Penambahan Pasukan di Aceh Usai Ricuh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.17
Yusril Minta Semua Elemen Jaga Ketenangan dan Kedamaian di Aceh
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.45