KSP Dudung Buka Suara soal Insiden Ricuh di Aceh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Dudung Abdurachman menyatakan kericuhan di Aceh pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 hanya disebabkan oleh segelintir oknum. Insiden terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, ketika massa mengibarkan bendera bulan bintang meski telah dikabulkan aparat. Dudung menegaskan situasi kini kondusif dan bendera merah putih telah kembali berkibar. Polda Aceh konfirmasi pasca insiden, personel gabungan masih disiagakan dengan peningkatan patroli. Sementara itu, pemerintah membahas revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh yang berakhir 2027, dengan harapan selesai tahun ini. Pemerintah Aceh dan DPR Aceh juga sepakat berkonsultasi dengan Kemenkeu tentang kepastian hukum penggunaan bendera bulan bintang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 17.30
Aceh Minta Kepastian: Bendera Bulan Bintang Sebenarnya Boleh Dinaikkan Atau Tidak?
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.27
Dudung soal Ricuh di Aceh: Hanya Oknum, Rakyat Aceh itu NKRI
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.17
KSAD Sebut Tak Ada Penambahan Pasukan di Aceh Usai Ricuh
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.46
Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang usai Peristiwa Kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman
Berita terkait
Yusril Minta Semua Elemen Jaga Ketenangan dan Kedamaian di Aceh
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.45
Aceh Minta Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.44
Hari Damai Aceh 2026 Ricuh, TNI Minta Semua Pihak Hormati Simbol Negara
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 12.15
Hari Damai Aceh Ricuh, Massa Copot Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 11.50