Analis Tolak Usul BGN, Jadikan Guru Orang Pertama yang Cicipi Aman Tidaknya MBG: 'Jangan Mau Jadi Tumbal'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Karyudi Sutajah Putra mempertanyakan kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang menjadikan guru sebagai organoleptik terakhir dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karyudi menilai hal ini berisiko menempatkan guru sebagai korban pertama jika makanan mengandung bahan berbahaya. Ia menyoroti kasus keracunan makanan di Berastagi, Sumatera Utara, pada Agustus 2026, yang melibatkan 361 siswa. Menurutnya, BGN seharusnya menggunakan metode pengujian yang lebih aman seperti test kit atau alat uji cepat di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karyudi juga mengutip data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang mencatat 40.759 korban keracunan terkait MBG dari Januari 2025 hingga Agustus 2026 di 36 provinsi. Ia menekankan pentingnya tidak membebankan guru dengan risiko keamanan makanan dan mengingatkan bahwa Mahkamah Konstitusi telah memisahkan pembiayaan MBG dari anggaran pendidikan 20 persen APBN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Luhut Bertemu Bos BGN Sudaryono, Singgung Penutupan 1.300 Dapur MBG
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 02.49
Korupsi MBG Dikembangkan Kejagung ke NTB
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 23.13
Lodewyk Pusung Sebut Nanik Punya Dapur MBG, Setiap Telepon Gunakan Nama Presiden
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 21.31
Lodweyk Pusung Sebut Nanik S Deyang Memiliki Dapur MBG, Kerap Bawa Nama Presiden Prabowo
Berita terkait
Guru Disuruh Cicip MBG, Politisi PDIP: Negara Gagal Benahi Dapur Sendiri
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 07.30
BGN Pertimbangkan SPPG Pakai Test Kit untuk Deteksi Kandungan Berbahaya MBG
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 14.01
Tak Cukup Cek Aroma dan Rasa, BGN Siapkan Tes Kit Kimiawi di Setiap Dapur MBG
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
1.300 Dapur MBG Ditutup, Standar Pangan Jadi Sorotan
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 01.00