Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Anda Bingung Masuk Desil Lebih Tinggi dari Anak Purbaya? Ini Alasannya

Pembagian kelompok desil oleh pemerintah menjadi perbincangan hangat setelah sebuah video viral menampilkan putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masuk desil 7, sementara sebagian masyarakat yang merasa hidup pas-pasan justru tercatat dalam desil yang lebih tinggi. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Desil bukan label kaya-miskin, melainkan hasil pengelompokan relatif berdasarkan karakteristik rumah tangga seperti penghasilan, kondisi rumah, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, sanitasi, kepemilikan aset, dan aktivitas ekonomi. DTSEN dibangun dari integrasi DTKS, P3KE, dan Regsosek, lalu dipadankan dan dimutakhirkan secara berkala.

Posisi desil menggambarkan kondisi keseluruhan rumah tangga, bukan setiap individu. Kepemilikan aset seperti rumah, sepeda motor, atau laptop tidak selalu berarti kemampuan ekonomi tinggi, karena aset bisa berupa warisan yang perlu perbaikan atau alat untuk mencari nafkah. Akurasi desil bergantung pada kualitas data dan partisipasi masyarakat dalam memperbarui informasi agar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait