Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menimbang Keakuratan Desil DTSEN Mengukur Sejahtera Ekonomi Warga RI

Pemerintah Indonesia menggunakan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial. Namun, pengawal ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai desil tidak akurat untuk menggambarkan kondisi ekonomi rumah tangga secara real-time karena bersifat relatif dan siklus pemutakhiran data tiga bulan menyisakan risiko exclusion error maupun inclusion error. Ia menyarankan desil sebagai first-stage screening dengan verifikasi lapangan, data kejadian, dan mekanisme keberatan. Pengamat CORE Yusuf Rendy Manilet menambahkan bahwa metode Proxy Means Test (PMT) dalam DTSEN memiliki tingkat kesalahan sekitar 23 persen, sehingga perlu digabungkan dengan indikator responsif seperti konsumsi listrik, kepesertaan jaminan sosial, dan data administratif. Bagi rumah tangga dengan pendapatan tidak tetap, diperlukan rata-rata pendapatan selama 6-12 bulan dengan mempertimbangkan pola musiman dan tanggungan. Masyarakat yang keluar dari kelompok prioritas perlu masa transisi dan kanal banding dengan batas waktu penyelesaian yang jelas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait