Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bulog Jaga Stok Ritel Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik

Perum Bulog mengantisipasi penarikan 40 merek beras fortifikasi dari peredaran karena ketidaksesuaian kandungan gizi dengan label kemasan. Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai ritel modern untuk memastikan stok beras premium tetap tersedia. Bulog memproduksi beras premium sekitar 21 ton per hari untuk DKI Jakarta dan 300 ton per hari secara nasional. Produk beras premium Bulog seperti Punokawan dan Befood Sentra Ramos dijual Rp74.500 per 5 kg, lebih murah dibanding merek lain yang mencapai Rp126.900. Bulog berencana mengalihkan sebagian Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium untuk menekan harga di pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan penyimpangan beras fortifikasi yang dijual hingga Rp42.000 per kg, padahal biaya fortifikasi hanya Rp700-1.000 per kg. Hasil laboratorium menunjukkan banyak produk tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 9314:2024 dan SNI 9372:2025 terkait kandungan vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng. Kerugian masyarakat diperkirakan mencapai Rp71 triliun. Kementan akan mencabut izin edar produk yang tidak memenuhi standar dan mengirimkan kasus pidana ke Satgas Pangan, namun penarikan seluruh produk belum dilakukan karena proses masih tahap awal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait