Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Borong Yen Jepang untuk Pertama Kali dalam Satu Dekade, Ada Apa?

Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade melakukan intervensi di pasar valuta asing dengan membeli yen Jepang secara bersama dengan pemerintah Jepang. Langkah ini dilakukan untuk menopang nilai tukar yen yang terpuruk hingga mendekati level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar AS. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembelian yen dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Jepang yang sedang mengalami pelemahan mata uang akibat gejolak ekonomi global dan lonjakan harga energi. Intervensi ini mengonfirmasi aksi yang dilakukan pada Jumat (31/7) untuk membendung pelemahan yen yang terus berlanjut sepanjang tahun ini, terutama setelah perang Iran memicu kenaikan harga energi. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan bahwa tindakan ini bertujuan meredam volatilitas berlebihan dan pergerakan yen yang tidak teratur. Laporan Financial Times menyebutkan bahwa Federal Reserve Bank of New York menjual euro dan membeli yen atas nama Departemen Keuangan AS, dengan estimasi pembelian senilai US$5-10 miliar. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah AS siap melakukan intervensi kembali jika diperlukan. Namun, sejumlah analis menilai bahwa intervensi ini hanya akan memberikan efek sementara. Kepala Strategi Valuta Asing dan Suku Bunga Jepang Bank of America Securities, Shusuke Yamada, mengatakan bahwa intervensi pasar umumnya hanya dapat membeli waktu tanpa mengubah tren jangka panjang. Barclays memperkirakan dampak intervensi kali ini lebih besar karena dilakukan bersama oleh AS dan Jepang, namun tekanan fundamental terhadap yen masih akan tetap ada dalam jangka panjang. Jepang telah lama bergulat dengan pelemahan mata uangnya akibat kebijakan moneter yang rendah dan perbedaan suku bunga yang lebar dengan negara-negara lain, terutama AS. Selain itu, perang Iran yang memicu kenaikan harga energi juga memperburuk kondisi Jepang yang bergantung pada impor energi dan pangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait