Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, dengan menguat 0,22% ke posisi Rp17.950/US$, melanjutkan apresiasi dari penutupan Jumat sebelumnya di Rp17.990/US$ yang berada di bawah level psikologis Rp18.000/US$. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,22% ke 99,697, akibat intervensi bersama Jepang dan AS untuk mendukung yen. Jepang diperkirakan membeli yen senilai US$58,97 miliar, mendorong yen menguat 1% ke 156,01 per dolar AS dalam perdagangan Asia pagi ini.

Pelaku pasar kini menantikan data inflasi Juli 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Konsensus 12 institusi memperkirakan inflasi 0,11% secara bulanan (month-to-month) dan 3,2% secara tahunan, dengan inflasi inti di 2,77% secara tahunan. Penurunan ini ditopang oleh harga pangan yang lebih rendah, terutama cabai merah dan bawang merah yang memasuki musim panen, dengan volatile food diperkirakan deflasi 1,12% secara bulanan.

Data inflasi akan menjadi pertimbangan utama Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter, bersama stabilitas rupiah, perkembangan ekonomi global, dan arus modal asing.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait