Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Militer Tak Mempan, AS Mulai 'Iming-Imingi' Iran dengan Bahan Baku Nuklir dan Kebebasan Akses Internasional

Pemerintah Amerika Serikat menawarkan pasokan bahan bakar nuklir kepada Iran sebagai bagian dari upaya untuk mendorong Teheran menghentikan program senjata nuklirnya. Penawaran ini disampaikan Menteri Energi AS Chris Wright, yang menyatakan bahwa penghentian program tersebut akan membuka peluang bagi Iran untuk kembali bergabung dengan komunitas internasional dan membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Penawaran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran, termasuk ancaman terhadap fasilitas nuklir di dekat Natanz yang dikaitkan dengan peningkatan aktivitas konstruksi di kawasan tersebut.

Ketegangan ini semakin membesar setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, diikuti dengan respons Iran yang membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Langkah ini mendorong harga minyak dunia naik, dengan harga WTI mencapai 102,39 dolar AS per barel dan Brent mencapai 107,11 dolar AS per barel. Presiden Donald Trump juga menyatakan kemungkinan penguasaan cadangan minyak Iran dan penempatan pasukan AS di Iran untuk mengontrol komoditas tersebut, serta meminta negara-negara pengguna jalur Selat Hormuz yang tidak memberikan dukungan militer untuk membayar biaya keamanan yang ditanggung AS.

Di sisi lain, Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa kesepakatan alokasi produksi minyak dengan AS tidak menghilangkan kedaulatan Venezuela atas industri minyaknya. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan bahwa Caracas tetap memegang hak milik penuh atas industri strategisnya dalam kesepakatan yang disebut bernilai 209 miliar dolar AS per tahun.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait