Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

PBB Ungkap Dugaan Kejahatan Perang AS di Iran, 120 Anak Tewas

Misi Pencari Fakta PBB untuk Iran menyatakan memiliki dasar yang cukup untuk meyakini Amerika Serikat (AS) berada di balik dua serangan militer pada Februari 2026 yang menargetkan sekolah dan fasilitas olahraga di Iran, termasuk serangan terhadap Shajareh Tayyebeh Primary School di Minab yang menewaskan lebih dari 150 orang, termasuk sekitar 120 anak sekolah. Para pakar PBB menemukan bahwa serangan tersebut merupakan serangan tanpa pandang bulu yang memenuhi unsur kejahatan perang karena menyasar objek sipil yang jelas dan merusak infrastruktur sipil. Laporan ini juga menyatakan kegagalan AS memperbarui informasi mengenai sekolah tersebut dalam basis data penargetan dan tidak memastikan bahwa bangunan tersebut merupakan sasaran militer. Pentagon menolak memberikan komentar rinci, sementara Juru Bicara Gedung Putih mengkritik laporan tersebut dan membantah tudingan terhadap AS.

Selain tindakan AS, laporan PBB juga menyoroti respons pemerintah Iran terhadap demonstrasi anti-pemerintah yang pecak pada akhir Desember 2025. Misi tersebut menemukan adanya serangan luas dan sistematis terhadap warga sipil oleh otoritas Iran, termasuk dugaan pembunuhan, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan pembatasan berat terhadap kebebasan berekspresi. Data resmi yang dikutip dalam laporan menyebutkan sebanyak 3.038 orang tewal dan 25.000 lainnya mengalami luka-luka dalam gelombang demonstrasi tersebut. Pemerintah Iran menyalahkan "teroris dan perusuh" yang didukung oleh kelompok oposisi di pengasingan serta musuh asing seperti AS dan Israel.

Laporan ini akan diserahkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa pada 18 September 2026 dan akan dibahas oleh negara-negara anggota PBB. Meskipun misi PBB tidak dapat membuka perkara pidana, temuan mereka dapat digunakan dalam penyelidikan pidana oleh pengadilan nasional maupun lembaga peradilan internasional seperti Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait