Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Murka Israel Bombardir Suriah, Trump Kini Dekati Pemerintahan Al Sharaa

Amerika Serikat mengecam keras serangan militer Israel yang menyasar fasilitas militer di pangkalan Abu Al Duhur, Suriah, pada 18 Agustus 2026. Serangan ini dinilai AS sebagai eskalasi yang tidak perlu dan berpotensi memperburuk ketegangan kawasan. Duta Besar AS untuk Suriah dan Turki, Tom Barrack, menyatakan bahwa Israel tidak perlu melakukan aksi militer terhadap wilayah Suriah, terutama mengingat kondisi pasca-perubahan pemerintahan di negara tersebut. Pemerintahan baru Suriah yang dipimpin Ahmed Al Sharaa, yang menggulingkan Bashar Al Assad pada Desember 2024, dinilai tidak mengambil sikap agresif. AS menawarkan mediasi antara Suriah dan Israel untuk mencegah konflik lebih lanjut, dengan pendekatan diplomasi sebagai prioritas. Barrack menekankan bahwa Washington akan terus mendorong dialog daripada aksi militer guna menurunkan ketegangan di wilayah tersebut. Lokasi pangkalan yang diserang berjarak sekitar 70 kilometer dari Turki, yang juga sekutu baru pemerintahan Suriah. Serangan ini memicu kepriwaan mengenai kemungkinan kehadiran pasukan Turki di wilayah pantisar, sekaligus menegaskan perlunya mekanisme pencegahan kesalahpahaman antar-tiga pihak. Turki juga mengeluarkan pernyataan keras, meminta komunitas internasional bertindak tegas untuk menghentikan agresi Israel terhadap Suriah. Kedua negara, AS dan Turki, menekankan pentingnya stabilitas dan diplomasi di kawasan yang sudah rentan konflik ini.

Peristiwa ini diliput 5 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait