Netanyahu: Saya Yakin Israel Bisa Gulingkan Rezim Iran!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa rezim Republik Islam Iran bisa segera runtuh. Dalam sebuah acara dengan para pemimpin militer Israel, Netanyahu mengatakan bahwa Iran saat ini sedang goyah dan lebih lemah dari sebelumnya, seiring dengan kembali dimulainya serangan oleh Amerika Serikat (AS). Ia menekankan bahwa menggulingkan rezim ini adalah tugas utama Israel yang sudah dekat dan berada dalam jangkauan.
Pada akhir Februari 2026, Netanyahu meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran bersama AS, meskipun Presiden Donald Trump kemudian memerintahkan gencatan senjata pada April. AS kemudian meningkatkan tekanan ekonomi dan kembali melancarkan serangan, memicu Iran untuk membalas dengan menyerang sekutu AS di kawasan Teluk, Yordania, dan wilayah otonom Kurdistan di Irak, namun tidak menyerang Israel secara langsung.
Netanyahu telah bertahun-tahun menggambarkan Iran yang dipimpin oleh kaum ulama sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Pernyataannya ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut di wilayah Timur Tengah, dengan potensi eskalasi yang belum pasti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.20
Netanyahu Klaim Rezim Iran di Ambang Tumbang: ‘Waktunya Sudah Dekat’
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 17.47
Amerika Kembali Bombardir Iran, Donald Trump Sebut demi Timur Tengah
Detik.com · 2 September 2026 pukul 14.00
Peru Putus Hubungan dengan Iran, Sorot Gangguan di Selat Hormuz
VOI · 2 September 2026 pukul 12.00
Qatar Mendesak AS dan Iran Kembali ke Perundingan Usai Saling Serang
Berita terkait
Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' yang Perdaya AS untuk Perang
Detik.com · 1 September 2026 pukul 10.17
US CENTCOM Klaim Rampungkan Serangan Terhadap Radar hingga Penebar Ranjau IRGC Iran
VOI · 2 September 2026 pukul 09.30
Iran Sebut AS Salah Besar Karena Gunakan Negosiasi untuk Mendikte
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.48
1.000 Tentara Israel Tewas dalam Serangan Balasan Iran
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 02.20