AS Tak Sengaja Ciptakan Poros China, Rusia, dan Iran yang Justru Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan, menjadi ajang pertemuan strategis antara Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Kehadiran ketiganya dalam satu forum menandakan peningkatan eratnya kooperasi ekonomi dan politik ketiganya, yang menjadi tantangan bagi strategi Amerika Serikat dalam menggunakan sanksi untuk membatasi ruang gerak Moskwa dan Teheran. Cina berperan sebagai konsumen energi utama dan pasar komoditas bagi Rusia dan Iran, membuka jalur ekonomi alternatif di tengah pembatasan dari negara-negara Barat. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas ekspansi kerja sama di sektor transportasi, termasuk penggunaan Rute Laut Utara di Arktik yang berpotensi memperpendek konektivitas perdagangan antara Asia dan Eropa. Rusia juga menyiapkan kebijakan bebas visa permanen bagi warga Cina, menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat hubungan bilateral.
Meskipun hubungan ketiganya semakin erat, Cina tetap menjaga jarak dari aliansi militer terbuka dan lebih mengutamakan kerja sama perdagangan, investasi, teknologi, serta konektivitas logistik. Beijing memanfaatkan momentum ini untuk memperlihatkan jaringan hubungan internasional yang luas, sekaligus mempertahankan komunikasi dengan negara-negara Barat. Kehadiran Iran dalam forum ini juga menunjukkan luasnya ruang diplomasi Teheran di luar pengaruh negara-negara Barat. Negara-negara Asia Tengah turut menjadi jalur penting dalam jaringan ekonomi alternatif ini.
Perkembangan ini menandakan pergeseran menuju sistem hubungan internasional yang lebih multipolar, di mana Cina tidak hanya menjadi peserta tetapi juga pengarah utama perubahan geopolitik global. Tekanan ekonomi AS semakin sulit menghambakan negara-negara yang memiliki alternatif perdagangan dan mekanisme transaksi lain. Namun, dukungan Cina terhadap Rusia dan Iran tetap terbatas pada sektor ekonomi dan diplomasi, dengan Beijing tetap mempertimbangkan kepentingan perdagangannya dengan AS dan Eropa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.32
Menlu Iran: Kepatuhan AS pada MoU Islamabad Kunci Stabilitas Kawasan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.31
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Perlawanan Terhadap Agresor
Detik.com · 8 September 2026 pukul 18.29
Iran Ancam AS dengan 'Perang Ekonomi' dan Rudal Canggih
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.34
AS Selidiki Serangan Udara Maut di Pesta Pernikahan Iran
Berita terkait
Kremlin Sebut Putin-Trump-Xi Mungkin akan Bertemu di Sela-sela KTT APEC
VOI · 3 September 2026 pukul 07.45
Kuasai Ladang Minyak Venezuela, AS Singkirkan China dan Rusia
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 21.20
Diam-diam, Bos CIA ke Moskow Bertemu Pejabat Rusia, Bahas Apa?
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 17.04
Ini Gambaran Masa Depan Timur Tengah Versi Iran
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 15.58