Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Perlawanan Terhadap Agresor

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur dalam menghadapi tekanan militer AS, dan akan terus melakukan perlawanan terhadap pihak yang disebutnya sebagai 'agresor'. Pernyataan ini disampaikan melalui akun media sosialnya pada Selasa (8/9/2026). Pezeshkian menekankan bahwa posisi dasar Iran adalah menghindari konflik bersenjata demi stabilitas kawasan, namun hak-hak bangsa Iran tetap dilindungi. Ketegangan ini muncul setelah tuduhan Iran terhadap AS mengenai pelanggaran nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni lalu, yang awalnya dirancang sebagai kerangka penghentian permusuhan. Pihak Iran menilai AS gagal memenuhi komitmennya, sehingga deeskalasi hanya dapat terjadi jika AS menghentikan operasi militer dan blokade laut di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pembicaraan dengan Menlu Jepang, menyatakan bahwa kepatuhan AS terhadap nota kesepahaman Islamabad adalah kunci penurunan ketegangan. Araghchi juga mengungkapkan perkembangan positif dalam negosiasi dengan Oman terkait stabilitas maritim, termasuk pembentukan jalur transit sementara melalui Selat Hormuz untuk memastikan kelancaran logistik. Di sisi lain, Pakistan melaporkan kemajuan signifikan dalam mediasi konflik pasca-kunjungan Marsekal Lapangan Asim Munir ke Teheran. Proyek pembangunan di Iran tetap berjalan meski menghadapi kondisi terburuk dalam perang ekonomi akibat sanksi AS.

Konflik ini juga berdampar pada harga energi global, dengan harga minyak mentah Brent dan WTI naik 1,4% menyusul serangan Houthi ke fasilitas energi Arab Saudi. Pezeshkian juga menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas gempa bumi di NTT dan menawarkan bantuan kemanusiaan. Mantan Menhan AS Leon Panetta menyatakan kekhawatiran bahwa konflik ini berisiko menjadi perang abadi baru di Timur Tengah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait