Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Ancam AS dengan 'Perang Ekonomi' dan Rudal Canggih

Iran mengancam AS dengan 'perang ekonomi' dan mengklaim telah menyerang kapal perang AS menggunakan rudal canggih Qassem Basir di dekat Selat Hormuz. Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamasan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan bahwa ancaman ini akan diikuti dengan pembentukan zona eksklusi maritim di Teluk Persia hingga perimeter blokade. Kapal yang memasuki wilayah tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi Iran. Serangan ini terjadi di tengah konflik yang sudah memasuki bulan keenam antara kedua negara, dengan eskalasi setelah periode jeda. Iran juga terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak global.

Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang beberapa kota di Arab Saudi, melukai 73 orang dan memicu kebakaran di fasilitas energi. Serangan ini menyasar Bandara Internasional Abha, pangkalan udara King Khalid, dan fasilitas Aramco di Abha dan Jizan. Komando koalisi Saudi menyebut serangan ini menargetkan lokasi sipil dan ekonomi. Arab Saudi menyatakan akan merespons serangan tersebut dan menyerukan penghentian eskalasi.

Sementara itu, AFP melaporkan pertempuran di pesisah Laut Merah menewaskan lebih dari 300 orang dalam beberapa hari terakhir. Houthi berupaya merebut wilayah di dekat Selat Bab al-Mandab, pintu masuk selatan Laut Merah yang penting bagi ekspor minyak Saudi. Presiden AS Donald Trump menyatakan harga minyak akan turun drastis jika AS memenangkan perang melawan Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait