Awal Perdagangan, Rupiah Kembali Tertekan di Level Rp17.908 per USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,08% ke level Rp17.908 per dolar AS pada perdagangan Kamis (1/10/2026), turun dari posisi sebelumnya Rp17.894. Menanggapi hal ini, Bank Indonesia (BI) melakukan berbagai operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar, kecukupan likuiditas, dan stabilitas suku bunga.
BI telah menjalankan operasi moneter ekspansif lebih dari Rp800 triliun dan pembelian SBN mencapai Rp250 triliun hingga Rp300 triliun. Selain itu, imbal hasil SRBI dikalibrasi turun dari 7,74% menjadi 6,76% dengan volume sekitar Rp1.028 triliun. Untuk menarik investor global, BI memperkuat insentif hedging melalui skema swap dan DNDF dengan besaran hingga 30% untuk tenor 12 bulan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.50
Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.00
Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan BI
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.53
BI Ungkap Rupiah Melemah 7,74 Persen Sejak Awal Tahun 2026, Ini Penyebabnya
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah Lesu, Bos BI Siapkan Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.50
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15