Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Lesu, Bos BI Siapkan Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.855 per dolar AS per 22 September 2026 akibat ketidakpastian global, tensi perang Timur Tengah, serta kebijakan moneter ketat Amerika Serikat. Kenaikan Federal Funds Rate (FFR) di kisaran 3,75-4 persen dan yield obligasi AS memicu penguatan dolar serta menghambat aliran modal ke negara berkembang.

Bank Indonesia (BI) merespons dengan memperkuat intervensi pasar valas melalui instrumen NDF, DNDF, dan transaksi spot. BI juga meningkatkan insentif transaksi Swap Beli Lindung Nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan dan insentif DNDF hingga 30% guna menarik modal asing serta menjaga stabilitas nilai tukar melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait