Rupiah Lesu, Bos BI Siapkan Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.855 per dolar AS per 22 September 2026 akibat ketidakpastian global, tensi perang Timur Tengah, serta kebijakan moneter ketat Amerika Serikat. Kenaikan Federal Funds Rate (FFR) di kisaran 3,75-4 persen dan yield obligasi AS memicu penguatan dolar serta menghambat aliran modal ke negara berkembang.
Bank Indonesia (BI) merespons dengan memperkuat intervensi pasar valas melalui instrumen NDF, DNDF, dan transaksi spot. BI juga meningkatkan insentif transaksi Swap Beli Lindung Nilai hingga 25% untuk tenor 12 bulan dan insentif DNDF hingga 30% guna menarik modal asing serta menjaga stabilitas nilai tukar melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 14.35
Bank Indonesia Menahan BI Rate 5,75% di Tengah Tekanan Eksternal
Berita terkait
Rupiah Lesu ke Level Rp17.818 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.31
Rupiah Terkapar ke Rp17.813 per USD, BI: Masih Sejalan dengan Pergerakan Mata Uang Kawasan
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 15.58
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 15.58
Rupiah Perkasa ke Rp17.679 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.24