Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil Buka Suara soal Ekspor Nikel RI Tersendat Akibat LTJ

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ekspor sejumlah produk nikel Indonesia, khususnya nickel pig iron (NPI), terganggu akibat keberadaan logam tanah jarang (LTJ) sebagai mineral ikutan. Hasil pemeriksaan Kementerian ESDM menunjukkan bahwa beberapa produk hilirisasi seperti nikel dan tembaga masih mengandung unsur LTJ, meskipun belum merupakan produk akhir. NPI yang diekspor masih berada pada tahap pengolahan sekitar 40-50%, sehingga masih meng mengandung komponen mineral lain seperti besi dan logam tambahan lainnya.

Indonesia belum memiliki industri khusus untuk mengolah LTJ yang terkandung dalam mineral ikutan. Akibatnya, sejumlah pengiriman NPI harus menjalani pengujian tambahan terhadap kandungan LTJ sebelum mendapatkan izin ekspor. Pemerintah tengah memetakan langkah penyelesaian agar industri hilirisasi dapat terus berjalan, sekaligus menyiapkan mekanisme pengelolaan atau kanalisasi LTJ sebagai mineral ikutan.

Bahlil menekankan bahwa Kementerang ESDM tidak memiliki otoritas penuh dalam hal ini, karena urusan izin ekspor berada di bawah kementerian lain yang memiliki kewenangan. Koordinasi antar-kementerian diperlukan untuk menyelesaikan isu ini secara menyeluruh.

Berita terkait