Bahlil Buka Suara soal Ekspor Nikel RI Tersendat Akibat LTJ
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ekspor sejumlah produk nikel Indonesia, khususnya nickel pig iron (NPI), terganggu akibat keberadaan logam tanah jarang (LTJ) sebagai mineral ikutan. Hasil pemeriksaan Kementerian ESDM menunjukkan bahwa beberapa produk hilirisasi seperti nikel dan tembaga masih mengandung unsur LTJ, meskipun belum merupakan produk akhir. NPI yang diekspor masih berada pada tahap pengolahan sekitar 40-50%, sehingga masih meng mengandung komponen mineral lain seperti besi dan logam tambahan lainnya.
Indonesia belum memiliki industri khusus untuk mengolah LTJ yang terkandung dalam mineral ikutan. Akibatnya, sejumlah pengiriman NPI harus menjalani pengujian tambahan terhadap kandungan LTJ sebelum mendapatkan izin ekspor. Pemerintah tengah memetakan langkah penyelesaian agar industri hilirisasi dapat terus berjalan, sekaligus menyiapkan mekanisme pengelolaan atau kanalisasi LTJ sebagai mineral ikutan.
Bahlil menekankan bahwa Kementerang ESDM tidak memiliki otoritas penuh dalam hal ini, karena urusan izin ekspor berada di bawah kementerian lain yang memiliki kewenangan. Koordinasi antar-kementerian diperlukan untuk menyelesaikan isu ini secara menyeluruh.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Siapkan Revisi Aturan Ketentuan Logam Tanah Jarang
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 12.15
Ekspor Nikel-Timah Cs Tersandera Kandungan LTJ, BKPM Buka Suara
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 18.45
Pemkab Sambut Penetapan Geopark Klaten, Siap Dorong Ekonomi Lokal
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.18
Prabowo: Kita Punya Barang, Jangan Orang Lain yang Tentukan Harganya
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.25