Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDI Bahlil Lahadalia mengibaratkan fluktuasi harga minyak dunia seperti penyakit malaria, naik turun cepat tergantung perkembangan geopolitik di Selat Hormuz. Ia menyatakan hampir seluruh pemimpin dunia mulai memprioritaskan program energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Presiden Prabowo Subianto menuntut pemerintah mencari terobosan energi alternatif. Pengembangan panas bumi diprioritaskan sebagai upaya memperkuat kedaulatan energi Indonesia, yang saat ini hanya memanfaatkan 10-13% potensi geotermal terbesar di dunia. Pemerintah mengevaluasi regulasi yang masih menjadi hambatan dan menekankan kolaborasi antara pengusaha dan regulator untuk mempercepat implementasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 22.13
Indonesia Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari, Bahlil Ungkap Penyebabnya
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.50
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 18.45
Impor Minyak Masih Tinggi, Bahlil Dorong Panas Bumi Jadi Penopang Ketahanan Energi
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 17.26
PHE ONWJ Gaungkan Target 1 Juta Barel dan Kedaulatan Energi Indonesia
Berita terkait
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Berubah Meski Harga Minyak Dunia Naik
kumparan · 11 September 2026 pukul 13.33
Harga Minyak Tembus US$ 103 di Tengah Mandeknya Perundingan AS-Iran
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 06.43
Harga BBM Non Subsidi per 1 Oktober Naik? ESDM: Sesuai Harga Pasar
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.57
Harga Minyak Dunia Meroket Lagi usai Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Damai Iran
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.51