Bahlil Mau Kasih Insentif Pajak untuk Percepat Proyek Geothermal di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menyiapkan insentif pajak untuk percepatan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia. Insentif ini akan dilaksanakan melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) guna memberikan kemudahan dan dorongan bagi pelaku usaha sektor geothermal. Bahlil menegaskan kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator dan pelaku usaha merupakan kunci utama percepatan implementasi geothermal, baik untuk produksi listrik maupun penggunaan lainnya.
Menurut Bahlil, nilai keekonomian listrik geothermal saat ini mencapai 9,5 sen per kWh, namun angka ini masih dianggap belum cukup oleh asosiasi pelaku usaha. Untuk itu, pemerintah berupaya memberikan terobosan berupa insentif pajak agar investasi di sektor ini semakin tertarik.
Di sisi lain, Bahlil meminta pelaku usaha yang telah mendapatkan konsesi geothermal segera memulai pengembangan proyeknya. Ia menegaskan bahwa penahanan konsesi akan justru memperlambat proses pengembangan panas bumi. Bahlil menekankan bahwa percepatan pengembangan geothermal merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pengusaha, bukan hanya beban pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.11
Bahlil Siapkan Insentif Pajak untuk Pengusaha Geothermal, PP dan Perpres Bakal Direvisi
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.50
Bos PGE Beberkan Sederet Proyek Geothermal Demi Kejar Target 1 GW
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.40
Cita-Cita Besar PGE: Tahun 2034 Jadi Perusahaan Geothermal No.1 Dunia!
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.19
ESDM Sebut Energi Panas Bumi Bisa Saingi Batu Bara, Ini Alasannya
Berita terkait
Bahlil Mau Pangkas Regulasi Pengadaan PLTS 100 GW
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 21.15
Bahlil Rayu Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Masih Terlalu Banyak
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.50
BRPT Bidik Kapasitas Geothermal 2 GW dalam 5-10 Tahun
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 16.28
Video: Mau Beli Mobil Listrik, Ini Yang Jadi Pertimbangan Orang RI
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.05