Sawit hingga Nikel Bakal Diperdagangkan di Bursa Mineral
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang resmi beroperasi pada 1 Januari 2027. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan institusi ini bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut komoditas kritis seperti crude palm oil (CPO) dan nikel akan dipertimbangkan masuk bursa tersebut. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai daftar komoditas yang akan diperdagangkan. Bursa yang akan dibentuk bernama Indonesia Commodity Exchange (Icomex) bertujuan memberikan kedaulatan harga bagi komoditas andalan Indonesia. Sementara itu, Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) yang sudah beroperasi sejak 2009 belum dikonfirmasi akan terintegrasi dengan Icomex.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.56
Pemerintah Siapkan Icomex, Harga CPO hingga Nikel Ingin Lebih Ditentukan Indonesia
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.33
OJK Lantik Deputi Baru Awasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.15
Soal Bursa Mineral, Bahlil: Kita Sendiri yang Mengatur Harganya!
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.53
Bahlil: Indonesia Bisa Tentukan Harga Komoditas SDA Lewat Bursa Mineral
Berita terkait
Video: Bursa Mineral 2027, Jalan Panjang RI Kendalikan Harga Timah Cs
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.05
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 202
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 08.20
Bursa Mineral RI Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 08.20
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Meluncur 17 September 2026, Beroperasi 2027
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 07.32